Senin, 19 September 2016

PERAN PEMUDA UNTUK KEMAJUAN EKONOMI INDONESIA DALAM MODE PERSAINGAN MEA




Oleh: Muhayan

Seperti kita ketahui, pada akhir Desember 2015 yang lalu, telah diberlakukan suatu program yang disebut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan nama resmi nya adalah ASEAN Economic Community (AEC). MEA adalah suatu program yang membebaskan warga Negara anggota ASEAN untuk melakukan kegiatan ekonomi seperti membangun usaha, mencari lapangan pekerjaan, melakukan transaksi ekspor impor, dan membangun kerjasama dalam bidang ekonomi di negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN. Tujuan dari diberlakukannya MEA diantaranya adalah pembentukan sebuah integrasi ekonomi kawasan, pembentukan biaya transaksi perdagangan, memperbaiki fasilitas perdagangan dan bisnis, serta meningkatkan daya saing sektor UKM. Pembentukan MEA akan memberikan peluang bagi negara – negara anggota ASEAN untuk memperluas cakupan skala ekonomi, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi, meningkatkan daya tarik sebagai tujuan bagi investor dan wisatawan, mengurangi biaya transaksi perdagangan dan memperbaiki fasilitas perdagangan dan bisnis.
Pemuda adalah seseorang yang mampu menjalankan apa yang telah diperjuangkan oleh pendahulunya lebih dari yang telah dilakukan. Pemuda dianggap mampu melaksanakan apa yang menjadi cita-cita para pendahulu dalam rangka meningkatkan kehidupan bangsa yang sejahtera dan makmur. Pemuda memiliki keberanian dan keinginan yang kuat dalam melaksanakan apa yang menjadi cita-citanya, hanya saja pemuda perlu pengarahan yang baik terutama dalam mengenal identitas nasional negaranya melalui sejarah. Pemuda hanya tinggal melaksanakan apa yang telah menjadi konsep dasar, pemuda hanya tinggal mengembangkan konsep dasar yang telah diperjuangkan dititik darah penghabisan oleh para pendahulu. Seperti apa yang telah dikatakan oleh Ir. Soekarno, “Berikan aku seribu orang tua, niscaya akan ku cabut Semeru dari akarnya, berikan aku sepuluh pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia”. Tentunya pemuda yang dimaksud bukanlah pemuda yang hanya bisa bersilang kaki di tempat duduk sambil bermalas-malasan, namun seorang pemuda yang jiwa dan raganya dicurahkan seluruhnya untuk kemajuan bangsa. Kemajuan bangsa ini akan dilakukan secara sukarela, ia akan bahagia melakukan berbagai hal untuk mencapai cita-cita para pendahulunya.
Peran seorang pemuda dalam program MEA adalah sebagai pelaku, baik dalam bidang ekonomi, ilmu pengetahuan, maupun sumber daya produktif yang mampu menghasilkan keuntungan bagi diri sendiri, dan juga Negara. Di jaman yang serba canggih ini, pemuda dituntut untuk selalu uptodate di segala bidang, peka terhadap kemajuan, dan mempu beradaptasi dengan semua perubahan akibat dari kemajuan tersebut. Sangat tidak diharapkan apabila pemuda hanya berperan sebagai penonton dan hanya menjadi objek. Pada mode persaingan MEA, pemuda dapat ikut berkompetisi dengan berwirausaha dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat terutama pemuda lainnya. Jenis wirausaha yang dibangun bisa memanfaatkan kekeayaan sumber daya alam dan budaya Indonesia. Sumber daya alam dan budaya Indonesia tidak akan pernah habis untuk dimanfaatkan, tinggal sejauh mana kreatifitas pemuda Indonesia dalam mengolahnya. Selain dapat mendatangkan keuntungan, cara tersebut juga dapat mengangkat citra Indonesia dimata dunia.
Inovasi sangat dibutuhkan dalam memanfaatkan semua kekayaan tersebut, apalagi jika pangsa pasar yang dituju adalah kaum muda, tentunya segala bentuk pemanfaatannya harus disesuaikan dengan selera pemuda. Inovasi bisa berbentuk modernisasi budaya yang diaplikasikan pada busana, aksesoris, dan alat komunikasi seperti kaos, tas, ponsel dan sebagainya. Misalnya, pemanfaatan corak khas suku dayak pada kaos dan tas yang disederhanakan dan disesuaikan dengan mode terkini sehingga terlihat simpel namun elegan.
Rasa nasionalisme tidak selamanya harus diwujudkan dalam bentuk bela Negara seperti yang dilakukakan oleh militer. Dengan berpartisipasi dalam program pembangunan dan berupaya memajukan perekonomian Indonesia, juga dapat dikategorikan nasionalis. Oleh karena itu, dengan adanya MEA ini, diharapkan seluruh bangsa Indonesia terutama pemuda memberikan sumbangsi lebih dengan cara berperan sebagai wirausaha mandiri yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Address:

Bandung, West Java - Indonesia

Phone:

+62 85797453110

Mail:

muhayan10@gmail.com